Selama puluhan tahun, Indonesia sudah sangat terikat dan
tergantung pada software bajakan. Kemandirian (TI) Indonesia tidak akan
pernah terwujud selama kita tidak berani bangkit untuk melakukan
perubahan. Agar bisa mandiri, kita harus mulai berani untuk melepaskan
diri dari belenggu software bajakan dan beralih ke software legal dari
pengembang lokal, seperti GARUDA.
Hari Kebangkitan Nasional 2011 ini merupakan saat yang tepat untuk
kita mulai belajar mandiri dan bangkit – khususnya di bidang TI – dengan
mulai beralih dari menggunakan sistem operasi bajakan ke GARUDA.
Apa yang bisa kita lakukan untuk menuju kemandirian (TI) Indonesia ???
- Kemandirian Software. Beralih dari software bajakan
ke software legal kreasi lokal, dalam hal ini kita bisa mendukung
penggunaan sistem operasi lokal GARUDA sebagai pengganti OS bajakan.
- Kemandirian Hardware. Menghindari pengadaan
hardware yang tidak / belum mendukung software lokal. Jika Anda sebagai
vendor hardware, mulailah untuk mendukung software lokal.
- Kemandirian Game. Menghindari bermain game (online)
yang tidak / belum mendukung software lokal. Jika Anda vendor game
online, mulailah untuk mendukung software lokal.
- Kemandirian Dokumen. Beralih menggunakan dokumen dengan format SNI (Standard Nasional Indonesia), yaitu Open Document Format (ODF) yang merupakan default format dokumen GARUDA.